Kamis, 10 Januari 2013

BAB III USULAN PRAKTEK UMUM

III. METODE PRAKTEK

3.1. Waktu dan tempat

Praktek umum akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 di Desa Lima laras Kecamatan Tanjung tiram  Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara.

3.2. Bahan dan Alat 

Bahan dan alat dalam praktek umum ini adalah Handrefraktometer digunakan untuk mengukur salinitas perairan, Thermometer untuk mengukur suhu perairan, Secchidisk untuk mengukur kecerahan perairan, Stopwatch dan Current drough untuk mengukur kecepatan arus, pH indikator untuk mengukur pH, alat tulis, buku, kamera serta daftar kuisioner untuk mendapatkan data sekunder dan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan para responden pengguna potensi perikanan dan kelautan.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Praktek umum ini menggunakan metode survei, dimana pengamatan terhadap kondisi dan kegiatan pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan dilakukan secara langsung di lapangan.
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara melakukan pengamatan dan wawancara terhadap nelayan, pedagang ikan maupun dengan masyarakat setempat. Dimana data primer mengenai pengamatan kualitas air diambil dari pengukuran langsung dilapangan dan waktu pengamatan kualitas air serta pengambilan sampel air dilakukan pada pagi hari di tepi pantai. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait dimana data tersebut meliputi penangkapan, pengolahan dan pemasaran serta keadaan demografi wilayah pengamatan.
Kuisioner yang telah tersedia adalah untuk nelayan, petani ikan, pengolah dan pedagang ikan. Data primer ini dikumpulkan sesuai dengan petunjuk Arikunto (2003) bahwa apabila subjek penelitian lebih besar dari 100 maka sebaiknya diambil sampel 10-15 % dari populasi yang ada. Jika lebih kecil dari 100 maka sebaiknya disensus secara keseluruhan sehingga merupakan penelitian populasi dengan cara mencatat alat-alat yang dimiliki dan perlengkapan serta teknik penangkapan yang digunakan.
Data sumberdaya perikanan dan kelautan seperti penangkapan, diperoleh melalui pengamatan dan wawancara terhadap nelayan dan instansi terkait mengenai jenis dan jumlah alat tangkap, jumlah dan jenis armada yang digunakan, jenis ikan yang tertangkap serta produksi hasil tangkapan. Untuk sumberdaya perikanan budidaya dilakukan pengambilan data mengenai luas dan jumlah tambak atau keramba yang digunakan, jenis ikan yang dibudidayakan serta produksi hasil budidaya. Untuk kegiatan pasca panen juga dilakukan pengamatan dan wawancara mengenai jenis-jenis pengolahan, jenis ikan yang diolah serta proses produksinya. Data pengguna potensi perikanan dan kelautan diperoleh dari pengumpulan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden dari kalangan pengguna potensi perikanan dan kelautan terutama nelayan, pedagang dan masyarakat setempat. Prosedur dan metode pengamatan data primer diperoleh dengan cara melakukan pengamatan langsung dan wawancara terhadap nelayan dengan cara pengisian kuisioner. Data kualitas air yang diamati meliputi pH, Salinitas, Suhu, Kecerahan dan Kecepatan arus. Prosedur dan metode pengamatan data kualitas air dilakukan dari pengamatan langsung dilapangan dan waktu pengamatan kualitas air serta pengambilan sampel air dilakukan pada pagi hari di tepi pantai. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan kertas pH indikator yang dicelupkan langsung ke perairan kemudian dicocokkan dengan warna standarnya pada skala pH indikator. Pengukuran salinitas yaitu dengan mengunakan Hand Refractometer yang terlebih dahulu dikalibrasi dengan aquades, kemudian diambil sampel air laut dengan menggunakan pipet tetes dan diteteskan pada lensa yang terdapat pada Handrefractometer, setelah itu dilihat pada layar yang ada pada Handrefractometer berapa salinitas dari air sampel yang diambil. Pengukuran parameter kualitas air yaitu: untuk mengukur suhu digunakan Thermometer dengan mencelupkan Thermometer beberapa saat ke dalam perairan kemudian dilihat nilai suhu pada Thermometer tersebut. Pengukuran kecerahan perairan diukur dengan menggunakan Secchidisc yang diturunkan ke dalam perairan secara perlahan sampai tidak kelihatan, setelah itu diukur jarak panjang tali Secchidisc dari permukaan perairan hingga kedalaman Secchidisc tidak terlihat (jarak hilang). Kemudian Secchidisc ditarik ke atas sampai Secchidisc kelihatan dan diukur panjang talinya (jarak tampak). Untuk mendapat nilai kecerahan perairan, jarak hilang ditambah jarak tampak dibagi dua. Kecepatan Arus diukur dengan memberikan tali pada Current Drouge dan diletakkan pada permukaan perairan yang berarus, kemudian diukur jarak tempuh Current Drouge tersebut dalam satuan waktu yaitu meter per detik (m/det) dari jarak awal diletakan sampai posisi akhir.

3.4. Analisis Data

Data primer dan data skunder yang diperoleh dikumpulkan serta ditabulasikan dalam bentuk tabel kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif untuk menemukan permasalahan dan dicarikan alternatif pemecahan masalahnya.

3.4.1. Data Primer

Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung dan wawancara terhadap nelayan  dari pengisian  kuisioner yang disajikan kedalam Tabel